Memasukkan TIK ke dalam pendidikan lebih dari sekedar menaruh PC di dalam kelas. Di kurikulum 2013 setiap guru dtuntut untuk mengajar TIK kepada murid & guru juga dituntut menggunakannya untuk mengajar mapel lain, namun guru kebanyakan tidak memiliki pengetahuan & keterampilan TIK yang dbutuhkan.

UNBK di SMA Labschool Jakarta

UNBK di SMA Labschool Jakarta

Baru-baru ini sebuah survei di Eropa mengungkapkan bahwa rasa percaya dari seorang guru atas “digital literacy”-nya menjadi lebih penting dalam mengajar TIK secara efektif, dibandingkan ketersediaan infrastruktur & akses TIK yang memadai.

UNESCO telah mengembangkan ICT Competency Framework bagi guru guna menunjukkan, bahwa murid belajar & beradaptasi dengan TIK secara bertahap, sama seperti literasi/ melek huruf. ICF ini tlh d adaptasi oleh Kemendikbud & d msk kan k dlm Permen no 16, 2007 ttg kompetensi guru. Ke-3 tahapan untuk mengajar keterampilan TIK kpd murid adlh sbb:

  1. Literasi teknologi (guru mengajar TIK)
  2. Pendalaman pengetahuan (siswa mendalami pengetahuan dgn TIK)
  3. Menciptakan pengetahuan (siswa menciptakan pengetahuan dgn TIK)SEA Edu-Net telah menjadi platform kls virtual bagi guru untuk mendorong komunikasi & interactive learning dlm kaitannya agar guru dpt menggunakan TIK untuk mmbangun network & berbagi sumber ajar/ praktik dg guru lain nya di local sekolah mrk, regional atau global.Pelatihan guru hrs lbh dr sekedar membekali guru dgn kompetensi TIK ttp jg menjadi mahir dlm mnggunakan berbagai pendekatan pedagogis. Guru tanpa keterampilan digital akan sulit untuk mulai menggunakan TIK dalam kls, shg dbutuhkan pelatihan guru. Saat ini terdapat sedikit pelatihan TIK d banyak fakultas keguruan.

    Untuk memperbaharui keterampilan guru, lembaga pelatihan guru diperlukan untuk menyediakan pembelajaran TIK profesional & keterampilan pedagogis yg terintegrasi ke dlm kurikulum.

Komunitas spt KOGTIK dpt dibentuk di sekolah untuk mmberikan dukungan berkala bg guru dlm mngmbangkan keterampilan & pengetahuan TIK.

Lembaga pddkn guru d daerah terpencil spt d Papua akan perlu mmpersiapkan guru untuk beradaptasi dg kondisi daerah yg unik.

Berdasarkan hal tsb d atas, kebutuhan mapel TIK untuk tetap ada di dalam kurikulum 2013 sangatlah dperlukan agar siswa dapat menguasai 3 kompetensi seperti yang telah dikembangkan UNESCO d atas, ICT Competency Framework.