Pernyataan sikap Komunitas Guru TIK dan KKPI.
_______________________________________

Dalam rangka mendukung program kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia maka komunitas guru TIK dan kkpi (kogtik) memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Kogtik mendukung penerapan kurikulum yang berkeadilan untuk semua khususnya guru TIK dan kkpi yang ingin Teknologi Informasi dan Komunikasi (tik) dimanfaatkan untuk semua. Baik sebagai alat bantu (tools) maupun sebagai ilmu (sains). Oleh karena itu kami mintaTIK tetap sama posisinya dengan kurikulum 2006 dan menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri
  2. TIK adalah sebuah keharusan dan bagi sekolah yang kurang mampu adalah sebuah kebutuhan. Oleh karena itu pemerintah pusat maupun daerah harus membantu sekolah-sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai di bidang TIK.
  3. Kemdikbud bekerjasama dengan pemerintah daerah harus dengan tegas meminta semua kepala sekolah untuk mengembalikan guru TIK dan KKPI yang masih mengajar prakarya dalam kurikulum 2013 untuk kembali mengajar TIK karena guru TIK bukan guru prakarya sesuai dengan kewenangan mengajar. Sebaiknya guru prakarya diajar oleh sarjana prakarya agar linier kesarjanaannya.
  4. Kogtik akan terus membantu kemdikbud dalam bentuk pelatihan guru dengan dana yang diambil secara mandiri dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru TIK/KKPI dan guru mata pelajaran lainnya di bidang TIK.
  5. Kogtik menolak dengan tegas bimbingan TIK dipaksakan di semua sekolah dan data hasil penelitian dan laporan yang kami dapat dari sekolah penyelenggara belum bisa sepenuhnya dilaksanakan, karena nilai bimbingan TIK tidak masuk ke dalam nilai raport sehingga implementasi di lapangan akan mengalami kegagalan dengan berbagai macam alasan. Selain itu didapatkan pula data dan fakta bahwa anak-anak di sekolah masih menyukai mata pelajaran TIK. Hal tersebut dapat dilihat dari pengakuan mereka di media sosial youtube.
  6. Kogtik akan terus bersinergi dengan kemdikbud dalam mensosialisasikan program-program pendidikan di seluruh indonesia. Program program yang dibuat kogtik akan melengkapi program yang sudah ada seperti rumah belajar pustekkom kemdikbud, pembuatan media pembelajaran, pelatihan elearning, penguatan ujian nasional cbt dan uji kompetensi guru di setiap sekolah serta membantu program kemdikbud lainnya.
  7. Kegiatan workshop guru TIK/KKPI yang dilaksanakan di Gowa Sulawesi Selatan oleh FGTIKKNAS belum mewakili semua guru TIK/KKPI yang ada di indonesia sehingga hasil produknya tidak bisa menjadi pegangan semua guru TIK di Indonesia, karena masih ada organisasi guru TIK dan KKPI lainnya yang independent seperti AGTIFINDO, KOGTIK, dan MGMP TIK/KKPI yang tidak bergabung dalam organisasi guru TIK/KKPI lainnya.

Demikianlah pernyataan sikap ini kami buat untuk disikapi secara positif dan penuh optimisme tinggi di tahun 2016.

Ketua komunitas guru TIK dan KKPI
Bambang Susetyanto