Komunitas Guru TIK & KKPI

Saling Asih, Saling Asah, dan Saling Asuh

Sejarah Berdiri, dan Bubarnya AGTIKKNAS

Bersama ini kami akan luruskan sejarah perjuangan Guru TIK dan KKPI. Supaya kawan-kawan guru TIK dan KKPI benar-benar mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi. Hal ini merupakan tulisan yang sebenarnya tentang sejarah berdirinya AGTIKKNAS dan Bubarnya AGTIKKNAS menjadi 3 organisasi guru TIK yaitu, AGTIFINDO, KOGTIK, dan FGTIKKNAS. Sebagai mantan Sekjen AGTIKKNAS, saya tahu persis sejarah berdiri dan bubarnya AGTIKKNAS.

rembug guru tik dan kkpi

rembug nasional guru tik dan kkpi di UPI Bandung

Dalam seminar nasional peran guru TIK dan KKPI (27 Desember 2016) di kemdikbud, tak ada satupun perwakilan FGTIKKNAS yang hadir dan memberikan kabar. Hal ini sudah menjadi tanda bahwa FGTIKKNAS sudah melupakan perjuangan awal, walaupun ada pembelaan diri dari ketuanya. Bagi kami, perjuangan guru TIK dan KKPI sudah dihianati. Bisa dilihat di http://fgtikknas.or.id/news/index.php/id/.

Tanggal 23 Januari 2017 seharusnya merupakan tahun ketiga dari lahirnya Asosiasi guru TIK dan KKPI Nasional. Ketuanya lalu membentuk organisasi baru yang selanjutnya bernama Federasi Guru TIK dan KKPI Nasional (FGTIKKNAS). Inilah klaim sepihak yang harus diluruskan.

AGTIKKNAS sesungguhnya sudah bubar, dan FGTIKKNAS tidak bisa mengklaim usianya sudah 3 tahun. Dalam kenyataannya organisasi ini sudah bubar, dimana wakil ketua, sekjen, dan bendahara serta pengurus lainnya membentuk organisasi baru yang masih solid memperjuangkan TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran.

AGTIFINDO dan KOGTIK sudah menyamakan visi dan sudah melakukan kegiatan bersama dalam bentuk seminar nasional di kantor kemdikbud. Videonya bisa anda lihat di sini dan di sana.

Harus diakui, pada tanggal 23 Januari 2014 tersebut merupakan hari bersejarah bagi guru TIK dan KKPI di seluruh Indonesia, karena pada saat itulah mulai terbangun komunikasi antar guru TIK dan KKPI dari berbagai daerah, dan organisasi AGTIKKNAS mewadahi berbagai keluhan, opini dan menjadi tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama guru TIK sehingga terbangun solidaritas yang kuat antar guru TIK dan KKPI seluruh Indonesia.

Seharusnya pada tanggal 23 Januari layak kita canangkan sebagai Hari Guru TIK Nasional dimana seluruh guru TIK di Indonesia memiliki satu perasaan yang sama, tujuan yang sama, yaitu perjuangan mencerdaskan bangsa terutama dalam hal menanamkan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi kepada peserta didik yang menjadi pondasi kehidupan di abad 21. Namun sayangnya, perasaan yang sama itu dinodai oleh ketuanya sendiri sehingga organisasi AGTIKKNAS akhirnya bubar sebelum akte notaris dibuat. Anda bisa melihat akte pendirian FGTIKKNAS.

Sebagai Organisasi Profesi, selama dua tahun ini, KOGTIK bersama AGTIFINDO telah melakukan berbagai kiprah yang produktif dalam meningkatkan profesionalisme guru TIK dan KKPI dan melindungi nasib para guru TIK dan KKPI serta berorientasi pada hak para peserta didik (SISWA) untuk mendapatkan pembelajaran TIK. Namun bukan dalam bentuk bimbingan, tetapi mata pelajaran. Dimana siswa mendapatkan halnya untuk mendapatkan materi TIK di kelas selama 2 jam mata pelajaran. TIK sebagai ilmu dan TIK sebagai alat bantu tidak boleh dipisahkan. Keduanya harus berjalan secara beriringan.

Dari serangkaian upaya-upaya yang telah dilakukan KOGTIK dan AGTIFINDO, masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu perjuangan masih panjang, sebab masih ada guru TIK dan KKPI yang tidak peduli.

Kami masih perlu dukungan moral maupun material untuk terus kita berjuang bersama-sama agar TIK dan KKPI kembali sebagai mata pelajaran. Tentunya dalam setiap perjuangan diperlukan semangat kebersamaan dan saling mengapresiasi.

Kami akan terus mengajak FGTIKKNAS untuk bersatu mengembalikan mata pelajaran TIK. Sebab bimbingan TIK sesuai dengan permendikbud 45 tahun 2015 ternyata tidak berjalan mulus di sekolah yang menggunakan kurikulum 2013. Sangat diperlukan persatuan guru TIK dan KKPI agar TIK dan KKPI kembali sebagai mata pelajaran. Apalagi TIK sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di abad 21.

Guru TIK dan KKPI seharusnya terdepan dalam Pembelajaran Abad 21. Sebab TIK sangat dibutuhkan dalam pembelajaran abad 21 sebagai mata pelajaran. Hal ini berarti kami mengajak kepada seluruh Guru TIK dan KKPI di Indonesia untuk senantiasa meningkatkan profesionalitas dan kapasitas sebagai guru TIK dan KKPI yang terdepan sesuai filosofi pendidikan yang diamanatkan Ki Hajar Dewantara yaitu: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Sejarah membuktikan, siapa yang komitmen berjuang, akan mendapatkan kesuksesan.

Mari kita buktikan di dunia nyata bahwa guru TIK dan KKPI terdepan menjadi teladan bagi guru lainnya dan juga siswa-siswanya, di tengah bersama-sama ikut berkiprah mewarnai pendidikan nasional, di belakang ikut mendukung generasi selanjutnya menjadi generasi emas yang lebih hebat dari sebelumnya. Guru TIK dan KKPI seyogyanya menjadi agen perubahan yang terdepan sebagai Guru yang visioner, pemecahan masalah, dan berkompeten sebagai contoh teladan bagi guru lainnya.

Hal ini akan terwujud bila TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran kita rebut kembali dan bukan sekedar hanya bimbingan. Implementasi di sekolah Kurikulum 2013 masih menimbulkan banyak persoalan, dan hasil jajak pendapat kami menunjukkan bahwa TIK dan KKPI lebih diminta sebagai mata pelajaran daripada bimbingan. Hal itulah yang menjadi fokus utama kita dalam perjuangan mengembalikan TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran.

Kawan-kawan guru TIK dan KKPI seluruh Indonesia yang terpelajar dan membanggakan, kami mengajak semua untuk terus komitmen, dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan nasional, kepentingan masa depan bangsa dengan cara siap dan mampu berselancar dalam berbagai perubahan baik perkembangan zaman ataupun regulasi yang ada.

Mari kita buktikan bahwa guru TIK dan KKPI itu produktif dan berprestasi serta sebagai penyelesai masalah bukan menjadi masalah itu sendiri. Lahirnya KOGTIK dengan berbagai kegiatannya seperti workshop elearning, seminar nasional, dan olimpiade tik nasional menjadi solusi dari masalah pendidikan di negeri ini. KOGTIK lahir dan dibangun selama 2 tahun ini bekerja untuk membuktikan bahwa TIK adalah ilmu dan bukan sekedar alat bantu pembelajaran. Anda bisa ketik di google dengan keyword “KOGTIK”.

Kami mengajak para guru TIK dan KKPI untuk selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme dengan memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan stake holder sekolah. Guru TIK dan KKPI seyogyanya juga peka terhadap isu-isu nasional, seperti etika berinternet dan maraknya berbagai ujaran kebencian di sosial media. Materi TIK masih sangat dibutuhkan sebagai mata pelajaran tersendiri.

Dengan posisi strategisnya guru TIK dan KKPI bersama komponen bangsa lainnya, diharapkan mampu mengkampanyekan penggunaan TIK dan etika berinternet untuk hal-hal yang positif dan konstruktif. KOGTIK secara konsisten menuntun perilaku guru TIK dan KKPI Indonesia yang santun, kompeten dan professional dalam berbagai program kerjanya. Bukan hanya santun dalam dunia maya saja, tapi juga santun dalam dunia nyata. Bukan hanya mampu berkata-kata tapi juga melakukan tindakan nyata.

Akhirnya kami mengucapkan selamat berjuang kepada semua guru TIK dan KKPI. Semoga tetap terus konsisten memperjuangkan TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran, serta kualitas pendidikan nasional terutama pada materi TIK untuk masa depan bangsa agar bangsa ini berdaulat di bidang TIK.

KOGTIK sudah mulai menyusun buku TIK terbaru, dan akan kami finalkan pada tanggal 28-29 Januari 2017 di Wisma UNJ Rawamangun Jakarta Timur.

Draft materi TIK terbaru bisa dilihat di http://www.kompasiana.com/wijayalabs/draft-materi-mata-pelajaran-tik-terbaru-untuk-smp-dan-sma_57bd2f219a9373c70baa2bb7

Selamat kepada guru TIK dan KKPI seluruh Indonesia yang senantiasa menjadi terdepan dalam perubahan, Mohon doanya KOGTIK akan roadshow di 12 kota. Semoga setiap upaya kita dalam memajukan pendidikan nasional memberikan manfaat dan sebagai amal ibadah kita kepada Allah SWT. Aamiin.

 

1 Comment

Add a Comment
  1. Artikel ini sangat urgent terutama bagi guru IT yang belum tahu sejarah perjuangan guru-guru tik/kkpi sejak mapel ini tidak ada dlm kurtilas. Perlu pemahaman dan kesamaan visi dan misi,terutama bagi guru-guru tik agar tidak berprinsip selamat & nyaman sendiri,karena yg diperjuangkan sesungguhnya nasib generasi bangsa kedepan. Terbukti dg adanya guru-guru non mapel tik/kkpi yg aktif dlm kegiatan perjuangan organisasi ini,semata-mata demi anak bangsa bukan utk kpentingan pribadi… spirit @savetik/kkpi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Supported by: ID CLOUDHOST - HOSTING MURAH INDONESIA" | Komunitas Guru TIK & KKPI (KOGTIK) Frontier Theme