Komunitas Guru TIK & KKPI

Saling Asih, Saling Asah, dan Saling Asuh

TIK Bukan Bimbingan, Tapi Mata Pelajaran

Tak Cukup Sekadar Bimbingan

Guru Bersikukuh Teknologi Informasi dan Komunikasi Tetap Jadi Mata Pelajaran

JAKARTA, KOMPAS — Perubahan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di jenjang SMP dan SMA atau sederajat menjadi sekadar bimbingan teknologi informasi dan komunikasi tetap ditolak para guru. Pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi dinilai tetap harus menjadi mata pelajaran agar semua siswa menguasai TIK secara terstruktur.

Wakil Ketua Komunitas Guru TIK dan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (Kogtik) Tri Budi Harjo, di Jakarta, Jumat (4/3), mengatakan, Kogtik yang beranggotakan lebih dari 1.500 guru TIK/KKPI di seluruh Indonesia meyakini kebijakan Kemdikbud yang menghapuskan mata pelajaran TIK di jenjang SMP dan SMA serta KKPI di jenjang SMK dalam Kurikulum 2013 keliru. Pemahaman para guru tersebut didukung sejumlah pakar TIK Indonesia.

Sejauh ini, pemerintah menganggap TIK hanya sekadar alat bantu pembelajaran yang bisa diajarkan semua guru dalam penyampaian materi pelajaran. Intinya, TIK hanya dipahami sebatas alat.

Dalam perkembangan sekarang ini, kata Tri, TIK itu merupakan ilmu yang terus berkembang. Jika anak-anak Indonesia sejak di bangku sekolah tidak mendapatkan materi TIK yang terstruktur seperti mata pelajaran lain, bangsa ini akan semakin tertinggal.

“Padahal, kemampuan menguasai TIK sebagai keterampilan atau ilmu akan membuat generasi emas bangsa bisa mendorong kemajuan bangsa,” ujar Tri yang sehari-harinya mengampu TIK di SMPN 22 Surakarta.

Menurut Tri, dengan menjadikan TIK sebagai bimbingan, dalam kenyataannya sulit bagi guru untuk bisa mendapatkan alokasi waktu menyampaikan materi TIK yang penting bagi siswa. Bimbingan lebih dipandang jika dibutuhkan saja. Padahal, dalam pendidikan abad ke-21, penguasaan TIK menjadi keharusan. Wijaya Kusumah, guru TIK di SMP Labschool Jakarta yang juga Koordinator Kogtik, mengatakan, para guru terus berjuang agar TIK dikembalikan sebagai mata pelajaran. Perjuangan juga sudah disuarakan melalui Dewan Pertimbangan Presiden.

“Kami diminta untuk menyiapkan naskah akademik mengapa TIK dibutuhkan sebagai mata pelajaran. Ini sudah kami siapkan untuk diserahkan kepada Dewan Pertimbangan Presiden serta Kemdikbud,” kata Wijaya.

Wijaya meyakini TIK adalah keniscayaan yang sangat dibutuhkan banyak orang. Generasi emas Indonesia harus terdidik TIK dengan baik melalui materi TIK terstruktur dan sistematik mulai dari jenjang SD hingga SMA. Perkembangan TIK mengubah kehidupan, termasuk dalam perdagangan dan pemerintahan.

“TIK bukan hanya alat bantu, melainkan ilmu baru yang terus berkembang yang dibutuhkan generasi saat ini. Indonesia belum optimal mendayagunakan potensi TIK secara baik sehingga Indonesia terancam kesenjangan digital dan semakin tertinggal dari negara-negara maju,” ujar Wijaya.

Dorong kompetensi guru

Onno W Purbo, pakar TIK Indonesia, mendukung dipertahankannya mata pelajaran TIK. Bahkan, Onno mendorong pengembangan kompetensi guru TIK, termasuk dalam mengusai e-learning. Para guru TIK berupaya meningkatkan kompetensi pengakaran TIK yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Program e-learning yang menghadirkan sejumlah pakar TIK dalam negeri dengan biaya yang terjangkau rutin dilaksanakan. Termasuk pula mengembangkan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog yang mengadakan pelatihan guru menulis dan ngeblog.

Secara terpisah, Santi Indra Astuti, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung, mengatakan, literasi digital di kalangan remaja Indonesia belum terbentuk. Mereka belum mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk menjadi pembelajar. Padahal, secara akses, kini tidak ada lagi hambatan karena Wi-Fi juga tersedia di banyak tempat. “Perlu dioptimalkan pembelajaran soal memanfaatkan TIK, termasuk beretika di media sosial, kepada remaja,” kata Santi. (ELN)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Maret 2016, di halaman 12 dengan judul “Tak Cukup Sekadar Bimbingan”.

TIK Tak Cukup Sekedar Bimbingan

19 Comments

Add a Comment
  1. setuju banget. TIK kudu dan harus tetap jd mata pelajaran, pd dasarnya pelajar hingga mahasiswa dan sebagian besar masyarakat bnyk mencari informasi dr internet. jika tak ad edukasi yg jls bs berdampak negatif.

  2. Saya sangat setuju dengan pembahasan diatas dimana TIK memang harus masuk ke dalam struktur kurikulum, bukan hanya sekedar bimbingan. Berdasarkan pengalaman saya di tahun 1995 sampai 1999, dimana komputer waktu itu hanya sekedar ekstra, ternyata tidak berjalan dengan baik. Yang akhirnya saya perjuangkan di tahun 2000 sekolah kami masuk dalam struktur kurikulum sampai keluarnya K13 ini yang akhirnya anak2 ogah2an untuk belajar komputer.

    1. Mas eko apa yg anda rasakan saya rasakan juga saat ini saya ngajar TIK di SMAN 7 MEDAN.. siswa ogah di bimbing TIK karna tidak masuk Raport mereka..untuk itu saya juga sangat mendukung perjungan dan sangat terharu atas apa yg telah dilakukan rekan2 guru diatas…semoga tahun ajaran baru ini mapel TIK/KKPI bisa kembali ke kurikulum..amin..

  3. Domianus Diwa, A.Md

    Saya setuju dengan adanya pembahasan mengenai Matpel TIK, karena jika dihapus, kemudian di ganti dengan BK TIK ini memang susah karena jika tidak di berikan materi secara terstruktur dan sistematik yang pasti anak-anak akan mengalami kesulitan dalam memahami materi, dan dalam proses pembelajaran saja anak-anak egan untuk bertanya mengenai materi yang diajarkan, terlebih khusus di daerah kami yang terpencil yang sarana prasarana di tidak… ini sanagat memberatkan seorang terlebih siswa/siswi dalam memehami TIK, saya sangat setuju TIk untuk tetap menjadi mata pelajaran. semoga rekan – rekan guru TIK dapat terus mendukung sehingga tahun pelajaran baru TIK tetap menjadi Mapel TIK bukan BK TIK/KKPI… amin

  4. Kalau mau tahu secara detail urgensi mata pelajaran TIK dan KKPI, Tontonlah Video ini sampai habis lalu sebarkan kepada semua orang agar mata pelajaran TIK dan KKPI kembali berada dalam struktur kurikulum lagi, https://www.youtube.com/watch?v=nXcXYV5Z40k

  5. Seharusnya mata pelajaran TIK diajarkan di sekolah dan bukan sekedar sebagai alat bantu saja.

    Memang harus diakui, TIK terintegrasi ke semua mata pelajaran, tetapi TIK sebagai ilmu yang terus berkembang jangan pernah dilupakan.

    Dengan demikian bangsa ini tidak melulu menjadi pengguna TIK tapi mulai beralih menjadi produsen TIK.

    Indonesia pun akan berdaulat di bidang TIK. Semua lini diisi dengan kemampuan TIK di berbagai bidang kehidupan sehingga menjadi alat pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari kepulauan.

    Seharusnya kemdikbud memahami itu dan mulai memperbaiki kesalahannya dengan mengembalikan TIK sebagai mata pelajaran lagi dalam kurikulum.

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi sangat penting dikuasai karena pembelajaran abad ke 21 sangat membutuhkan TIK agar semua disiplin ilmu tersampaikan dengan baik. Masih ingin berdebat tentang pentingnya mata pelajaran TIK?

  6. Untuk membentuk generasi emas pada era digital abad ke-21 dibutuhkan siswa yang berkemampuan dan berkarakter 4C (Kritis, Kreatif, Komunikasi dan Kolaborasi). Pembentukkan kompetensi dan karakter tersebut dibutuhkan proses yang TERSTRUKTUR dan SISTEMATIS dalam bentuk MATA PELAJARAN. TIK dan KKPI adalah MATA PELAJARAN yang bahan dan isi didesaian sebagai modal untuk memberikan kemandirian dan kepercayaan pada siswa ke masa depannya. Masa depan sebagai CREATOR bukan saja sebagai USER adalah generasi unggul di era digital abad ke-21. Mata Pelajaran TIK adalah solusinya.

  7. Rasmauhur saragih

    Sngat amat setuju

    Tik adlh matapelajaran
    Gmn ank km bisa UNBK smntra mapel tik dihapus?
    Dmn n kpn mrk bljar tik jika tdk di skol
    Sbb km di daerah, utk membuat surat di word n membuat perhitungan di excel aja, ank ank ga mampu
    Konon mau unbk, menggunakan mouse aja mrk msh bingung

    Mhn pak mendikbut beserta jajaranny buka mata hati!
    Save mapel tik k kurikulum

    Dengarkan kata hati jgn proyek politik aja yg dukejar tp ingat ms dpn ank bgsa.
    Pak presiden sendiri mendukung tik, kok dibawah malah tidak.
    Ada apa dgn pr pejabat kemendikbud?

    SAVE MAPEL TIK
    HARGA MATI TITIK

    1. semuanya hanya sekadar retorika saja…buktinya…siswa saya…tidak pernah belajar TIK (masih banyak siswa saya … mencari huruf saja di keyboard…lama sekali)…simulasi II kemarin…banyak yang gemetaran…pegang mouse tidak tahu…setelah simulasi terakhir…sudah ada perubahan…hari H-nya…tidak ada masalah lagi…
      Apakah ada pengaruh mapel TIK? tidak ada… lagi di kurikulum…apa yang dipelajari di TIK…terbatas…padahal TIK…luas

  8. Mista Perdana, S.Kom

    Setuju.. Diera Globalisasi modern saat ini mata Pelajaran TIK Sangat berperan penting bagi siswa baik tingkat SLTP,SLTA/SMK. bahkan guru saja sudah mengajar di sekolah sudah menggunakan Laptop dan menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan Power Point, dan itu semua termasuk ke dalam aplikasi komputer… jd TIK gak bakalan Mati,…

  9. Saya sangat bersyukur adanya komunitas guru TIK / KKPI.
    Saya Drs. Mahyuddin, M.Pd. selaku guru TIK SMA Negeri 2 Majene mohon untuk didaftar sebagai anggota Komunitas Guru TIK.
    Mohon dikirimkan persyaratan Administrasi dan kelengkapan berkas untuk menjadi Anggota Komunitas.

  10. ya, saja setuju karena masih banyak anak- anak kita yang belum bisa dikarenakan faktor ekonomi keluarga. sehingga mereka belum bisa mengenal yang namanya tik.

  11. Ni Nyoman Seriti,S.Pd,M.Pd

    saya sangat setuju dengan pendapat teman-teman diatas,tampa mata pelajaran yang terstruktur mustahil anak-anak yang di plosok -plosok mengenal materi tik yang baik
    mohon saya mau ikut menjadi anggota komunitas

  12. Saya sangat bersyukur adanya komunitas guru TIK / KKPI.

    saya berpendapat bahwa pelajaran TIK dapat mendukung semua pelajaran karena TIK mengembangkan cara berfikir anak-anak jadi sebaiknya bukan bimbingan tetapi pelajaran

    Saya Drs. Bhakti MH selaku guru TIK SMA swasta solo mohon untuk didaftar sebagai anggota Komunitas Guru TIK.
    Mohon dikirimkan persyaratan Administrasi dan kelengkapan berkas untuk menjadi Anggota Komunitas.

  13. sangat setuju Mapel TIK/KKPI tingkat smp dan sma dikembalikan ke dalam kurikulum yang pelaksanaannya tatap muka

  14. setuju pak mapel tik bkn bk tik, tp harus di ingat juga sarana dan prasaranax kalau di sekolah sy lebih baik jd bk tik krena alat2 alat tdk memadai… bgaimana mw mengajar kalau alat tdk memadai pal………

    1. kan ada bantuan komputer dari kemdikbud

  15. Betul sekali perkembangan TI sangat cepat sehingga perlu penguasaan siswa yg terukur dalam TI…ini tak mungkin dicapai jika TI tak ada dlm struktur kurikulum……

  16. Lily hastuty

    Ya stu sekali ksian km d daerah terpencil..sya mgajar tik d smp sat kur ktsp stiap jam tik anak ank yg tidk les tik minta di ajarin skrng k13 tik g ada ksian anak anak yg gtau ttg tik..mhon@d dftarin tuk jd anggta perkumpulan gru tik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

"Supported by: ID CLOUDHOST - HOSTING MURAH INDONESIA" | Komunitas Guru TIK & KKPI (KOGTIK) Frontier Theme