Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa terus berjuang sampai TIK/KKPI kembali sebagai mata pelajaran lebih banyak dipilih. Sekarang saatnya kita mewujudkannya di dunia nyata dengan terus berjuang dengan cara menulis pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI diberikan di sekolah. Sebagai masyarakat akademik, tentu kita akan lebih mengedepankan fakta dan data. Bukan sekedar opini yang tidak ditopang oleh kajian pustaka.

Akibat dihapusnya Mapel TIK, masyarakat sekarang kehilangan LITERASI DIGITAL sehinga tidak lagi bisa membedakan mana info yang benar dan mana yang hoax. Untuk menghadapi munculnya semangat anti kebhinekaan dan ujaran kebencian, silahkan membaca dan mengarsipkan Kompas, hari Kamis 12 Januari 2017 halaman 6 : Tulisan dari Rm Dr. B.Herry Priyono : “BANGSA LUPA DIRI”.

Kurikulum masa depan TIK bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.

Selain itu, bukan hanya bahan kajian saja yang harus dikuasai oleh siswa tetapi juga kompetensi untuk menggali, menyeleksi, mengolah dan menginformasikan bahan kajian yang telah diperoleh meskipun telah menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, siswa memiliki bekal berupa potensi untuk belajar sepanjang hayat serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Salah satu fasilitas untuk menunjang kompetensi tersebut siswa perlu dikenalkan dengan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berfungsi sebagai bahan maupun media pembelajaran.

Pembelajaran Matpel TIK

Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu agar siswa dapat menciptakan dan menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, Pemecahan masalah, eksplorasi, dan komunikasi Konsep, pengetahuan, dan operasi dasar Pengolahan informasi untuk produktivitas mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru.

Pada hakekatnya, kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi menyiapkan siswa agar dapat terlibat pada perubahan yang pesat dalam dunia kerja maupun kegiatan lainnya yang mengalami penambahan dan perubahan dalam variasi penggunaan teknologi. Siswa mulai menciptakan dan menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara kreatif namun bertanggungjawab.

Siswa belajar bagaimana menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi agar dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan masyarakat, komunitas, dan budaya. Penambahan kemampuan karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan di mana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan di masa yang akan datang.

Guru dapat menggunakan berbagai teknik dan metode pembelajaran untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Teknik dan metode pembelajaran yang dipilih harus dalam bentuk demonstrasi yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Guru perlu mempertimbangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan. Guru juga harus membuat perencanaan pembelajaran, penilaian,
alokasi waktu, jenis penugasan dan batas akhir suatu tugas.

Strategi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan materi dan kondisi siswa dapat meningkatkan partisipasi dari semua peserta didik dan kelompok dalam satu kelas,
yang antara lain meliputi :

• Pemanfaatan studi kasus dari berbagai sumber informasi

• Dorongan dari guru agar siswa menjadi pembelajar yang otodidak

• Dorongan agar siswa mau berpikir kritis mengenai isu-isu dalam teknologi informasi

• Fasilitas belajar secara efektif melalui praktek langsung, refleksi, dan diskusi

• Peningkatan kemampuan kerjasama termasuk aktivitas yang melibatkan siswa

untuk bekerjasama dalam kelompok kecil atau dalam tim

• Penumbuhan sikap menghargai usaha siswa untuk memicu kreativitas mereka.

• Pemanfaatan sumber-sumber yang merefleksikan minat dan pengalaman siswa

• Pemberian akses pada semua siswa untuk menggunakan berbagai sumber belajar dan penguasaan berbagai alat bantu belajar.

• Penyajian/presentasi hasil karya siswa di majalah dinding atau acara khusus pameran misalnya pada saat pembagian raport, atau acara lainnya

• Penyajian/presentasi hasil karya siswa di web sekolah, atau web klub Teknologi Informasi dan Komunikasi dan pembuatan buku secara digital.

• Penyajian/presentasi publikasi hasil karya siswa pada brosur sekolah, atau brosur khusus Teknologi Informasi dan Komunikasi sehingga dapat dijadikan media untuk mempublikasikan kegiatan sekolah.

Bahan kajian Teknologi Informasi dan Komunikasi di kelas VII s/d IX (SMP/MTs) difokuskan pada kegiatan yang bersifat aplikatif dan produktif, juga sedikit apresiatif dan evaluatif.

Bahan kajian Teknologi Informasi dan Komunikasi di kelas X s/d XII (SMA/MA) difokuskan pada kegiatan produktif, analitis dan evaluatif sesuai dengan perkembangan jiwa dan cara berpikirnya yang sudah pada tingkat pra universitas.

Penilaian dilakukan dengan memperhatikan karakteristik Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dinilai. Penilaian pada domain pengetahuan/pemahaman siswa dapat dilakukan melalui tes tertulis dan tes lisan, sedangkan penilaian pada domain sikap dan keterampilan siswa dalam
mengaplikasikan sesuatu dapat dilakukan dengan tes perbuatan atau penilaian atas produk yang dihasilkan siswa.

Bentuk penilaian lainnya bisa dengan portofolio, sebagai kumpulan hasil karya siswa. Pada penilaian ini, siswa diberi kesempatan menilai sendiri hasil karyanya dengan mendiskusikan terlebih dulu kriteria penilaiannya. Dengan demikian sangatlah jelas bila TIK sangat dibutuhkan sebagai mata pelajaran dan bukan sekedar bimbingan.

Mengapa TIK Penting Sebagai Mata Pelajaran?

TIK sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari mulai bangun tidur sampai tertidur lagi produk TIK pasti kita gunakan.

Tentu kita ingin bangsa ini tidak hanya sebagai bangsa pemakai atau pengguna produk TIK. Kita sudah harus mulai beralih kepada bangsa produsen di bidang TIK.

Untuk mencapai hal itu perlu dirancang materi TIK agar bangsa ini menguasai TIK dan mulai menciptakan produk produk baru di bidang TIK.

Materi TIK sebaiknya dirancang dalam bentuk mata pelajaran dan bukan bimbingan.

Dalam bentuk mata pelajaran, maka TIK akan lebih mudah berkembang karena materi yang diberikan sistematik dan terstruktur dalam kurikulum.

Kurikulum masa depan TIK bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat.

Selain itu, bukan hanya bahan kajian saja yang harus dikuasai oleh siswa tetapi juga kompetensi untuk menggali, menyeleksi, mengolah dan menginformasikan bahan kajian yang telah diperoleh meskipun telah menyelesaikan pendidikannya.

Dengan demikian, anak Indonesia memiliki bekal berupa potensi untuk belajar sepanjang hayat serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.

Salah satu fasilitas untuk menunjang kompetensi tersebut siswa perlu dikenalkan dengan mata pelajaran Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berfungsi sebagai bahan maupun media pembelajaran.

Kurikulum TIK masa yang akan datang perlu dikembangkan mengarah pada terwujudnya sistem pendidikan terpadu yang dapat membangun bangsa yang mandiri, dinamis dan maju.

Sudah barang tentu semua ini harus diikuti oleh kesiapan seluruh komponen sumber daya manusia baik dalam cara berpikir, orientasi perilaku, kultur,sikap dan sistem nilai yang mendukung pengembangan kurikulum teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan manusia.

Itulah alasan mengapa TIK penting sebagai mata pelajaran.